Langsung ke konten utama
[6/11/2021 20:45] PB Raka Sena: Saya ingin bicara.
[6/11/2021 20:45] PB Raka Sena: Saya makin lelah dengan keberadaan saya di penulisan.
[6/11/2021 20:45] PB Raka Sena: Jika memang keberadaan saya di penulisan menjadi masalah untuk orang lain, saya akan mundur dengan segera.
[6/11/2021 20:47] PB Raka Sena: Terkait siapa pun saya, mohon jangan mencari tahu terlalu banyak. Agama saya, masa lalu saya, status saya rasanya bukan hal penting untuk Teman-teman. Cukup kenali saya sebagai Raka Sena.
[6/11/2021 20:47] PB Raka Sena: Jika selama mengenal saya pernah melukai ataupun merugikan Teman-teman, saya mohon maaf.
[6/11/2021 20:49] PB Raka Sena: Fabula Publisher bermasalah di hari terakhir pendaftaran. Setelah posting PO kedua Kafaah banyak bermunculan orang-orang yang saya komunikasi pun tidak.
[6/11/2021 20:49] PB Raka Sena: Saya merasa tidak merugikan mereka.
[6/11/2021 20:50] PB Raka Sena: Fabula Diskusi mengundang member secara terbuka.
[6/11/2021 20:50] PB Raka Sena: Saya tidak tahu siapa saja orang-orang yang tulus berteman dengan saya ataupun hanya mengikuti saya untuk mengetahui apa yang saya lakukan.
[6/11/2021 20:51] PB Raka Sena: Jika bagi Teman-teman identitas saya penting, silakan keluar saja.
[6/11/2021 20:51] PB Raka Sena: Untuk agama, saya ungkapkan saja di sini.
[6/11/2021 20:51] PB Raka Sena: Saya tidak memeluk agama apa pun.
[6/11/2021 20:51] PB Raka Sena: Saya berkeyakinan dan menganut Stoa.
[6/11/2021 21:04] PB Raka Sena: Jangan terlalu percaya ke saya. Jangan menyukai saya lebih dari apa yang saya lakukan.

Jika yang Teman-teman sukai adalah karya saya, mohon sukai sebatas itu.
[7/11/2021 12:17] PB Raka Sena: Untuk Kafaah, saya tutup PO lebih cepat. 

Saya hanya mencetak 10 eks. Ini hanya untuk yang sudah transfer saja. 

Mohon dengan sangat, beli Kafaah karena menyukai isinya, bukan karena pribadi saya.
[7/11/2021 12:18] PB Raka Sena: Di luar sana ada yang sedang gencar menuduh saya plagiat dan perempuan. 😁

Saya tidak akan membenarkan ataupun menyalahkan. 

Kafaah, karya saya seutuhnya, bukan naskah plagiarisme. Soal identitas saya ini perempuan atau lelaki, semoga tidak membuat Teman-teman merasa tertipu atau terus mencari identitas asli saya.
[7/11/2021 12:19] PB Raka Sena: Di sini saya hanya berkarya.
[7/11/2021 12:19] PB Raka Sena: Saya tidak ingin merugikan orang lain.
[7/11/2021 12:19] PB Raka Sena: Saya sengaja menutup Fabula Diskusi pertama. Alasannya adalah ini.
[7/11/2021 12:19] PB Raka Sena: Saya Raka Sena. Orang yang Teman-teman kenal di dunia maya.
[7/11/2021 12:20] PB Raka Sena: Jadi, kenali saya seperti Raka Sena yang selama ini Teman-teman kenal.
[7/11/2021 12:20] PB Raka Sena: Jika ada yang merasa dirugikan, saya mohon maaf sebesar-besarnya. 🙏
[7/11/2021 12:21] PB Raka Sena: Dari dulu saya selalu mengatakan, cintai karya saya, bukan saya. 🙏
[7/11/2021 12:21] PB Raka Sena: Gunakan forum sebagaimana mestinya.
[7/11/2021 12:21] PB Raka Sena: Terima kasih dan mohon maaf karena sering membuat masalah. 🙏
[11/11/2021 21:56] PB Raka Sena: Mohon kepada siapa pun yang berada di sini, ketika saya mempunyai masalah atau orang lain membuat masalah dengan saya, jangan menanggapi mereka atau mendukung saya. 


Saya termasuk orang yang kurang bisa berterima kasih. Jadi, ada waktu Teman-teman juga mendapat masalah dan saya mungkin tidak bisa membantu.
[11/11/2021 21:56] PB Raka Sena: Saya ingin Teman-teman selamat dan tidak mendapat masalah.
[15/11/2021 14:37] Raka Sena: Terima kasih untuk Teman-teman yang telah memeluk Kafaah. Terima kasih untuk kepercayaan dan dukungannya.
[15/11/2021 14:37] Raka Sena: Untuk semua kesalahan yang pernah saya perbuat, disengaja ataupun tidak disengaja, saya mohon maaf sebesar-besarnya.
[16/11/2021 15:14] Raka Sena: Masalah kemarin yang mana? Si Sean itu? Mau dia memperlakukan saya, atau mencari tahu identitas saya sampai ke Dukcapil pun saya kagak peduli. 

Saya kagak punya masalah sama mereka. Kalau mau menilai attitude, saya rasa Teman-teman bisa menilai sendiri.
[16/11/2021 15:16] Raka Sena: Akhir tahun saya selalu kurang bisa membagi waktu antara maya dan nyata. Keinginan saya menerbitkan satu buku juga sudah terlaksana. Berbagi sedikit hal yang saya ketahui kepada Teman-teman juga sudah saya lakukan. Seseorang yang menjadi alasan saya di penulisan juga makin berhasil. Jadi, saya gak punya alasan lagi untuk di sini.
[16/11/2021 15:18] Raka Sena: Ada Teman-teman yang lebih paham bisa membagi ilmunya.
[16/11/2021 15:52] Raka Sena: Saya TOT advokasi dulu. Sapa tau jadi pengacara. 😂

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rahasia Gunung Semeru

Part VII Pria itu menerima gulungan kain dengan hormat, dia juga membungkukkan badannya saat menerima gulungan itu dan perlahan membukanya. Sesaat pria itu melihat Sans dan menarik nafas panjang sebelum mulai membaca dia berkata, "Ini peninggalan Empu Bameswara Tirtayasa  ditulis pada masa Khadiri. Tulisan ini memakai Bahasa Jawa Kuno dengan huruf Kuadrat." tentu saja Tuan sudah lupa. "Lupa?" tanya Sans tidak mengerti. "Kala itu, Tuan adalah panglima kami, junjungan kami, panutan kami, juga pengayom kami," jelas pria itu. "Thihita Ka Rana. Itu selalu Tuan ajarkan pada kami," lanjutnya. Dahi Sans mengernyit, dia sama sekali tidak mengerti. Namun, dia menunggu penjelasan pria itu. "Sikap hidup yang seimbang antara memuja Tuhan dengan mengapdi pada sesama manusia serta mengembangkan kasih sayang pada alam dan lingkungan. Jadi selain hidup rukun dengan sesama manusia, masyarakat juga diajarkan rukun dengan alam," itu yang selalu...

Rahasia Gunung Semeru

Part VI Sans berjongkok kemudian mengusap kepala salah satu Arca itu lalu berkata lirih, " Arca Arcopodo ." Lama terdiam Sans berfikir di mana dia pernah melihat wajah arca itu karena dia merasa amat  kenal dengan wajah arca itu. Lamunan Sans terhenti saat ada sesuatu bergerak cepat dan melewati. Seperti kayu tapi berkilau dan runcing. Sans terduduk saat terasa ada dorongan keras dari samping kirinya, ketika dia menoleh seorang pria memakai baju tradisional layaknya baju-baju zaman kerajaan. Dengan memakai Baju   Zirah berwarna perak, kain sutra motif kawung melilit di pinggang, sementara  ikat kepala warna keemasaan tampak terpecik warna merah darah. Sans sempat kagum melihat pria gagah di depannya sebelum akhirnya tersadar ada pedang di tangan pria itu.  Pedang itu berlumuran darah, bahkan jemari yang menggenggam pedang  itu juga berlumuran darah. Bau anyir menusuk hidung darah segar itu bahkan masih menetes dari ujung pedang.  Seketika Sans...