Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Cerpen

Harapan

  Harapan Asap mengepul memenuhi sebuah rumah kecil, seakan berlomba dengan angin yang menerobos dari celah dinding triplek yang sudah mulai rapuh, seng atap rumah itu pun sudah banyak yang berlubang. Seorang wanita dengan gesit menyiangi sayuran,  meracik bumbu, sambil sesekali membetulkan tungku agar api tetap menyala. Hari masih gelap, hujan tidak juga ada tanda-tanda untuk berhenti segera. Sudah dua minggu hujan turun setiap pagi, menyebabkan wanita itu tidak berjualan di pasar. Ya, dia ibu dengan empat anak,  berumur dua puluh delapan tahun, tubuhnya kurus dengan kulit menghitam, rambut terlihat kusut menandakan jarang  disisir. Masakan telah matang, sayur daun Kelor, ikan rebus, dan tempe. Sederhana bagi orang lain, tapi bagi Ita itu adalah menu terbaik yang bisa dia hidangkan untuk anak-anak. Ami, Rehan, Sahrul, dan Mia. Empat anak yang saat ini menjadi tanggung jawabnya, dipundaknyalah semua kebutuhan mereka harus dia penuhi. Suara petir membangunkan anak-ana...

Tetangga Baruku Berduka

Tetangga Baruku Berduka Disebuah kamar berukuran 3×4 meter dengan bau cat yang masih menyengat, aku peluk seseorang yang sedang meratap. Aku berharap tindakanku bisa menyalurkan energi positif, aku juga ingin ia tahu kalau masih ada orang disisinya siap untuk membantu. Sesaat ratapannya mereda saat aku bimbing membaca "Astaghfirullah, Astaghfirullah, Astaghfirullah," tetapi hanya sebentar. Tidak lama kemudian, Ia  meratap lagi dan terdengar menyayat hati. "Suamiku, bersalah pada seseorang, Bu, tapi orangnya tidak mau memaafkan," sambil sesenggukan Dia mengeluarkan isi hatinya. Sungguh memilukan, ditambah ratapan si sulung yang tidak juga berhenti.  Melihat itu, akupun tidak bisa berbuat apa-apa selain terus memeluknya. Saat pandanganku jatuh diatas kasur tipis, hatiku seperti tersayat, di sana terbaring seseorang yang sesaat sebelumnya menghembuskan nafas terakhirnya. Timpang sekali keadaannya lima bulan yang lalu, seorang yang berbadan gemuk dan terlihat bugar. Nam...

Merdeka Di Tengah Pendemi

#OprecODOP9 #KomunitasODOP #OneDayOnePost Kata merdeka berasal dari kata maharddhika yang artinya kaya, sejahtera, dan kuat. Jadi merdeka dalam bahasa Indonesia bermakna bebas tidak tidak tergantung. Merdeka bagi bangsa Indonesia kala itu adalaj bebas  dari penjajahan negara lain. Banyak yang telah dikorbankan untuk kemerdekaan bangsa Indonesia. Harta dan nyawa yang tidak terhitung jumlahnya. Setiap tahun perayaan hari kemerdekaan, diisi dengan berbagai kegiatan dari tingkat pusat hingga lingkungan RT, bermacam perlombaan diadakan untuk memeriahkan acara. Tak kalah pentingnya kegiatan tersebut dapat mempererat tali silahturahmi antar warga. Kegiatan perlombaan juga bisa membuat warga lebih dekat dan saling membantu juga dapat menciptakan keharmonisan antar warga. Namun, sudah dua tahun ini kegiatan tersebut ditiadakan. Pandemi karena wabah virus covid 19 adalah penyebabnya.  Pandemi membuat semua kegiatan warga terbatas, tidak bisa berkumpul, bercengkerama semua kegiatan yang ...