Harapan Asap mengepul memenuhi sebuah rumah kecil, seakan berlomba dengan angin yang menerobos dari celah dinding triplek yang sudah mulai rapuh, seng atap rumah itu pun sudah banyak yang berlubang. Seorang wanita dengan gesit menyiangi sayuran, meracik bumbu, sambil sesekali membetulkan tungku agar api tetap menyala. Hari masih gelap, hujan tidak juga ada tanda-tanda untuk berhenti segera. Sudah dua minggu hujan turun setiap pagi, menyebabkan wanita itu tidak berjualan di pasar. Ya, dia ibu dengan empat anak, berumur dua puluh delapan tahun, tubuhnya kurus dengan kulit menghitam, rambut terlihat kusut menandakan jarang disisir. Masakan telah matang, sayur daun Kelor, ikan rebus, dan tempe. Sederhana bagi orang lain, tapi bagi Ita itu adalah menu terbaik yang bisa dia hidangkan untuk anak-anak. Ami, Rehan, Sahrul, dan Mia. Empat anak yang saat ini menjadi tanggung jawabnya, dipundaknyalah semua kebutuhan mereka harus dia penuhi. Suara petir membangunkan anak-ana...