MENCARI TEMA 4
Mengikat Jala Di Pohon
Kami minum air sumber yang menetes dari sela-sela akar Pohon Bangkirai, airnya sangat segar dan kami yakin tetap sehat. Toh kami juga sudah terbiasa minum air yang tidak direbus, bagi kami minum air yang penting bersih.
Setelah puas minum kami segera melanjutkan petualangan, bergegas menaiki bukit dan kembali ke jalan setapak yang sebelumnya kami lewati. Kali ini kami berjalan dengan semangat karena sudah tidak haus.
Menuruni dan menaiki bukit, jalanan pun ada yang miring membuat Kami tertantang. Lahir di kampung yang ada di pinggir hutan membuat kami terbiasa dengan suasana hutan. Kami juga terbiasa keluar masuk hutan.
Setelah agak lama berjalan kami pun sampai di bukit yang kami tuju, bukit berada di dekat Sungai Wain yang merupakan sumber air bersih di kota kami Balikpapan. Kami mencari pohon yang paling tinggi untuk mengikat dan merentangkan jala untuk menangkap burung. Setelah melihat-lihat kami pun menemukan dua pohon tinggi yang kami pikir bisa kami pakai mengikat jala, maka aku meminta Sulhan untuk memanjat pohon itu, aku pilih sulhan karena memang Dia yang paling pandai memanjat pohon diantara kami.
Sulhan menyanggupi untuk memanjat pohon dan mengikat jala itu di pucuknya, maka jala yang aku bawa segerd kuserahkan ke Sulhan. Jala yang terikat dan berbentuk mirip tas punggung Sulhan sangkutkan kelengannya, lantas Dia memanjat pohon dan terlihat tidak takut. Aku dan teman lainnya melihat dari bawah dengan kagum, karena Sulhan telihat tidak mengalami kesulitan saat memanjat pohon.
Sebenarnya aku sedikit khawatir melihat Sulhan memanjat pohon setinggi itu, tetapi aku juga percaya Dia bisa. Tidak lama kemudian Sulhan sudah terlihat berada di dahan pohon paling atas dan walaupun agak samar terlihat Sulhan melepas jala dari lengannya dan melepas ikatan. Sulhan terlihat mengikat tali di dahan yang Dia duduki.
Saat salah satu ujung jala sudah terikat didahan, maka jala Sulhan lepas bagian yang lain, sehingga jala menjuntai ke bawah. Kemudian Sulhan turun, tidak seperti saat memanjat yang lambat dan terlihat hati-hati, saat menuruni pohon Sulhan sangat cepat dan mudah.
Sampai di bawah Sulhan langsung merebahkan diri diatas rerumputan, mungkin Dia kelelahan. Sedangkan Dia harus memanjat satu pohon lagi untuk mengikat ujung yang lain dari jala kami.
bersambung ....
Balikpapan 8 September 2021
Komentar
Posting Komentar